Semakin Pintar Semakin Jahil , lho kok ?
Hmmmm…. mungkin pembaca akan heran apa maksud dibalik judul tulisan ini , berawal dari suksesnya seseorang meraih Gelar Sarjana apapun maka secara tidak langsung masyarakat awam tentunya dengan mudah mempercayai apa yang dikatakannya ( si Sarjana )
Nah … disanalah saatnya para sarjana - sarjana tersebut mengeluarkan "jurus" nya , mungkin ada diantara mereka yang mengamalkan "Jurus" nya untuk hal - hal yang bersifat untuk kemaslahatan Ummat dan adapula seakan - akan merasa tak bersalah mereka memunculkan kegamangan bagi Ummat , Lho ??? tentu anda bertanya kemana arah tulisan ini ??.
Yah … tulisan ini mengarah kepada para sarjana - sarjana Islam yang "Cerdas" serta para Cendikiawan Muslimyang mentasbihkan dirinya sebagai " Pembaharu " Islam . Dimana sih letak letak pembaharuan yang mereka maksudkan tersebut , sungguh berbagai tulisan mereka yang cenderung membuat ummat semakin gamang akan pemahaman terhadap Agama ( Islam ).
Kenapa saya berkata demikian ? karena mereka sama sekali dalam tulisan - tulisannya tidak dapat memberikan jawaban ataupun jalan keluar bagi permasalahan ummat dalam bidang spiritualitas maupun intelektualitas yang benar , yang hanya mereka berikan adalah kegamanangan dan kebingungan ummat yang tak menentu.
Dalam segi peribadahan , mereka sama sekali tidak memberikan sesuatu nilai ajaran Agama ( Islam ) dengan tepat dan benar yang sesuai dengan ajaran yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. Lalu dimanakah letak pembaharuan tersebut ???
Humanis-kah , lebih tolerankah , atau sosialiskah maksud mereka itu ? tak perlu kita mengutip penuh atau bahkan bertaklid dengan para penulis - penulis Oirientalis sedangkan rujukan mereka serta data sumber tulisan mereka tidak ada yang Valid dan hanya sebatas angan - angan menurut akal mereka sendiri , padahal kita harus ingat bahwa akal kita memiliki keterbatasan , dan bisa saja iblis dengan mudah merasuki pola fikir kita sehingga kita yang pintarpun memilik pola fikir yang Jahil.
Bilapun ingin melakukan Pembaharuan atau Tajdid dalam Islam gunakanlah kecerdasan intelektualitas dengan dibarengi kecerdasa spiritualitas ( Istiqomah ) . Dan usunglah Tanzhiful Aqidah menimal yang kita lakukan adalah memuslimkan kembali muslim , bahkan berikan pencerahan Iman Islam kepada para murtadiin , bukan malah sebaliknya semakin memurtadkan yang murtad dan parahnya membingungkan Ummat dengan pola fikir kita yang pintar namun jahil.
Pola kehidupan Humanis , Sosial Masyarakat , dan toleran semuanya sudah diatur dan tersusun dengan rapih didalam Al-qur’an maupun Al-Hadits . So , usunglah Tanzhif dan harus kita ingat setiap perbuatan dan ucapan akan diminta pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Hidupnya Agama ditanganmu , mundurnya Agama juga ditanganmu. Mari murnikan kembali ajaran Islam dan bersihkan dari Racun dan Virus SEPILIS. wallahu ‘aliimun hakiim. ( Abdul MaLiK )
Allahu Akbar … Allahu Akbar
Jaringan ” Islam ” Liberal
10:41 am, 10:41 am
Filed under:
Religion
Bingung sekaligus heran , apakah yang sebenarnya faham yang diusung oleh beberapa saudara kita yang sedang "sakit" ini. pembenaran semua agama dan menganggap bukan hanya Islam agama yang lurus dengan analogi yang mereka gambarkan yaitu sebuah roda yang mana ditengah roda tersebut ada yang namanya "as" roda , dan as tersebut mereka analogikan sebagai sosok Tuhan dan jari-jarinya itu adalah agama atau berbagai kepercayaan yang ada , dan semuanya sudah tentu memiliki arah yang satu yaitu as tersebut , jadi mereka menganggap tidak perlu menjadi Islam bila ingin beribadah kepada Allah , secara sekilas jargon itu sangatlah masuk akal tetapi ketika kita membahas dengan Ilmu yang Haqq tentunya disana terdapat kerancuan , dimana mereka menganggap semua agama benar bahkan dengan beraninya mereka berkata " Untuk apa Islam kalau jahat , lebih baik Kristen yang penting beramal Sholeh " , Masya Allah sekali lagi begitu masuk akalnya perkataan mereka , tapi kita sebagai muslim jangan sampai terjebak oleh racun tersebut . mengapa saya mengatakan kita harus hati-hati dengan faham racun Iman tersebut , karena mereka juga menggunakan ayat Al-qur’an yang kata mereka merupakan pembenaran dari Allah bahwa semua Agama itu adalah benar bukan Islam saja , ayat yang mereka kutip adalah sebagai berikut :
" Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 62) "
" Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (AL MAA-IDAH (HIDANGAN) ayat 69) "
Sungguh saya yang bodoh pun bakal tersenyum geli melihat landasan mereka berijtihad semua agama itu benar dengan menggunakan firman Alqur’an seperti diatas , mari saya jawab bahkan mungkin saya bantah argumen mereka yang sok menggunakan akal tapi hanya sekedar akal-akalan saja , saya tak akan terlalu panjang menjelaskannya , mengapa Allah mengatakan para Yahudi , Nasrani dan Shabiin itu tidak ada kekhawatiran dan tidak pula bersedih hati di akhirat kelak ??? maksud ayat ini adalah Mereka kaum Yahudi , Nasrani dan Shabiin ( Nabi Khidir ) yang hidup sebelum adanya berita "Islam" dan Al-qur’an yang dibawakan oleh Muhammad SAW , dan mereka itu pada zaman rasulnya mereka selalu mengikuti ajaran yang sebenarnya ( Pengikut Musa , Isa , Daud ) . Jadi Ummat Musa , Isa yang hidup pada masa merekalah yang selamat di akhirat kelak , lalu bagaimana ummat Yahudi , Nasrani dan Shabiin yang sekarang yang mana Muhammad telah menyampaikan ajaran Islam dengan menyempurnakan ajaran para Rasul sebelumnya agar menjadi hukum dan aturan yang universal atau Rahmatan Lil ‘alamiin , saya akan analogikan seperti ini :
" Ibu si Fulan adalah seorang pembuat roti pesanan untuk para pelanggannya , pada suatu hari Ibu Fulan ini membuat Kue pesanan dari pelanggannya , namun tanpa sengaja karena tidak tahu Fulan pun memakan kue tersebut lalu ibunya mengetahui hal tersebut , maka sudah barang tentu ibunya tidak akan marah paling tidak hanya menegur dan memperingatkan agar tidak diulangi lagi ( ini lah analogi saya mengenai Ayat diatas ) "
" Lalu bagaimana bila Fulan tetap memakan kue tersebut padahal peringatan telah sampai kepadanya , maka sudah barang tentu hal itu akan menjadikan Ibunya marah , karena penjelasan dan peringatan telah disampaikan dan itu untuk kebaikan mereka bersama ( Rahmatan Lil ‘alamiin ) , tapi tetap dilanggar maka terimalah amarah ibunya tersebut " seperti inilah kelak nasib kaum yang melanggar aturan yg telah Allah tetapkan terutama mereka Yahudi , Nasrani , dan Shabiin yang jelas - jelas telah banyak melakukan pelanggaran terhadap aturan Allah yang di bawa Oleh Rasulullah. Mudah - mudahan kita tidak termasuk orang - orang yang merugi.
Masih banyak lagi buktik kesesatan yang di usung JIL karena banyak melanggar aturan Al-qur’an bahkan mereka seakan - akan mempermainkan Al-qur’an dengan mengambil sebagian sebagai pembenaran argumennya namun membuang sebagian yang lain karena tidak sependapat dengan "akal" mereka. Mari sedikit kita fahami ayat Al-qur’an dibawah ini :
" ……… Pada Hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada Hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (AL MAA-IDAH (HIDANGAN) ayat 3) "
Demikian tulisan saya yang singkat ini , lain kali saya sambung dengan artikel Islami lainnya khususnya agar menjadi pedoman atau pengikat keimanan saya agar tetep menjaga kemurnian ajaran Agama yang Hanif ini. Wallahu a’lam Bisshowab. ( Abdul MaLiK )