Duri Dalam Jiwa ( Asywak )
6:40 am, 6:40 am
Filed under:
Books
ABSTRACT:
Keterusterangan memang sesuatu yang kadang menyakitkan, apalagi itu adalah sebuah nilai kesucian. Namun, kesucian yang kini tertancap duri tajam akankah mampu menggoyahkan sendi-sendi kebahagian? Akankah seorang lelaki bersabar dan setia menghadapi kenyataan, bahwa sang kekasih telah tertoreh luka karena duri tajam? Sementara, sang wanita yang telah terluka dicekam ketakutan seolah malam persembahan kesucian adalah saat kiamat tiba.
Hidup dalam mimpi telah memperbesar khayalan, dan makhluk inilah yang menjadi teman hidup. Terbebas atau terpenjara oleh mimpi mungkin tidak penting, karena yang terpenting sang lelaki telah tahu apa makna duri yang tersembunyi di tengah jiwa. Duri yang ketika menancap dijiwa memang menyakitkan, tetapi seiring waktu merambat, kehadirannya justru membuat hidup menjadi berharga, setidaknya untuk direnungkan dan digali mutiara intan berlian kekayaan batinnya.
*******************************************************************************************************
Kerinduan…selalu membuat kehagiaan. Kerinduan itu pulalah yang membuat sepasang kaki seolah berlomba, bergerak bagai mesin bergantian. Karenanya, jantung pun terus memompa rindu, harapan keluar masuk melalui jaringan darah, hingga sekujur tubuh menjadi hidup dan bersemangat. Impian juga menyelimuti hati dan raga, menggerakkan jasad untuk membangun sebuah rumah mungil yang selalu dirindukan, menjalani hari-hari dengan khayalan, dan hidup dalam mimpi-mimpi ini seperti hidup dalam kenyataan. Tapi khayalan pulalah yang membuat kita tenggelam, karena terkadang tidak bisa membedakan antara khayalan dan kenyataan. Lantas, apa bedanya khayalan dan kenyataan bila masing-masing ditanggapi dengan hati dan pikiran, serta meninggalkan bekas dalam jiwa dan kehidupan? Apa bedanya antara mimpi dan kenyataan, bila masing-masing merupakan khayalan yang lewat, yang memberikan bayangannya pada jiwa, lalu beberapa saat kemudian bersembunyi dari alam indera?
Kenyataan yang ada, sang kekasih telah tergores luka tajam. Ia tertusuk, sadar telah terbangun dan kehilangan mimpi bersama bidadari yang dituntun dengan kedua mata terpejam menuju tempat tinggal penuh keindahan. Seorang bidadari yang sejak perjumpaan pertama telah membuatnya terpesona dan mabuk kepayang. Karena sang bidadari itu pulalah ia mempersiapkan raga dan seluruh perasaan demi menyongsong hari yang dijanjikan, hidup bersamanya untuk mempersembahkan gairahnya dalam sebuah rumah tangga yang disahkan agama.
Ia membayangkan dirinya di saat-saat tidak lagi hidup di bumi dan hanya merasa bahwa kehidupan adalah semata-mata impian yang membahagiakan. Impian itu kadang berupa lagu merdu yang penuh rahasia, menggemuruhkan hati, menggerakkan pikiran, dan membangkitkan kemabukan, impian, kerinduan, dan keluluhan dalam perasaan. Ia telah mencintai gadis itu yang selalu menyanyi dengan tangan dan hati, dengan urat syaraf dan paras muka yang segar. Gadis itu adalah lagu itu sendiri dalam bentuk nyata sebelum akhirnya duri-duri pun muncul mengganggu. Lagu itu pelan-pelan merayap ke dalam dirinya dan dengan halus nada-nada lembut pun tumpah dalam syarafnya. Diri menjadi tenang dan syarafnya lega. Ia terlena, mabuk, lalu melayang-layang di angkasa rasa yang jernih.
Namun, kenyataan kadang terpisah dengan khayalan, tapi itu menjelma pada dalam diri bidadarinya. Ya! Ia adalah bidadari, sekaligus ibu, ibu yang kelak dari rahimnya terlahir si kecil dengan selimut kasih sayang. Sang bidadari kemudian membungkuk dengan penuh kasih lalu mengangkat si kecil ke dalam dekapannya dengan lembut, menepuk-nepuk punggungnya dan menuju ke ranjang dengan pelan. Kemudian terpampanglah pemandangan yang mempesona yang belum pernah terlihat selama hidupnya, kecantikan yang terpancar dalam wajah rupawan, pandangan penuh kasih dalam dua mata penuh pesona, gerakan lemah dalam anggota tubuh yang matang, dan ciuman panjang dari dua bibir yang menggoda. Ah…ia memang bidadari, karena hanya bidadarilah yang memiliki sifat-sifat keibuan yang sempurna
Saat rembulan menyuguhkan hidangan malamnya, ia merasa ada semacam kesucian pada sang gadis. Namun, saat terlontar pikiran seperti itu, terkadang kedukaan yang begitu berat dan kebisuan menusuk-nusuk, menyedihkan. Ia lalu mematikan lampu, dan menuju tempat tidur sambil mencoba menahan air mata sebisa mungkin. Ketika berbaring, air mata itu bergerak, menerobos kelopak mata, menuju ke pipi, ke bantal dan membasahi sarung bantal dan kapuk di dalamnya. Sang lelaki tegar pun tertidur dengan tubuh lemah. Air mata menjadi bahasa sunyi dan wakil dari perasaan duka yang dihimpit oleh nasib.
Saat ia terbangun, ia mendapati dirinya berjiwa harum. Ia bangun dengan jiwa yang jernih, seperti kejernihan seorang sufi. Haruskah ia meninggalkan sang gadis yang telah bergulat dengan duri-duri, dan melawan masa lalu? Bahkan, setelah itu semua, sang gadis memberikan jiwa kepadanya, tanpa tirai atau selimut apa pun. Kerinduan itu menusuk kembali. Perasaannya menggelora hebat dan raganya bergetar karena cinta. Segala sesuatu yang ada pada sang gadis telah menjadi bagian dari kecintaan, disenangi jiwanya, dan mengalirkan cinta dalam tulang sumsumnya. Sesuatu itu diselimuti cahaya mempesona, yang memunculkan khayalan dan mimpi indah memabukkan, hingga ia larut dalam lautan kerinduan.
Akankah sang lelaki bebas atau terpenjara oleh mimpi? Baginya, semua itu tidak penting. Sebab ia telah tahu apa makna duri yang tersembunyi di tengah jiwa. Duri yang ketika menancap dijiwa memang menyakitkan, tetapi lama kelamaan kehadirannya justru membuat hidup menjadi berharga. Setidaknya untuk direnungkan dan digali mutiara intan berlian kekayaan batinnya, juga kekayaan cinta yang sangat sulit dirumuskan ketinggian nilainya. Ya…cinta memang telah membuat sang lelaki merasa kaya, dan ia merasa cukup mensyukuri hal ini selama hari-hari bergerak menuju ujung hidupnya.
*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,
———————————
Original Title: Duri Dalam Jiwa (Asywak)
Author: Sayyid Qutb
Editor: Abu Aufa
Catatan: Ide tulisan ini adalah dari sebuah novel yang berjudul Duri Dalam Jiwa, Penerbit Navila. Sayyid Qutb menulis novel ini pada tahun 1947, jauh sebelum beliau bergabung dengan Ikhwanul Muslimin.
Ukhuwah
UKHUWAH BERUKHUWAH MEMANG INDAH.. TAPI TAK SEKEDAR UKHUWAH INDAH.
Berukhuwah Islamiyah (Bersaudara dalam Islam) memang indah dan menjadi ungkapan yang mahal hari ini, tapi tak sekedar ukhuwah indah.. hingga terlupa hak-hak saudara, terlupa akan tergelincirnya hati yang lelah, banyak amanah dan melunturkan .azzam. (keinginan) untuk berdakwah. Dakwah yang tertegak atas cinta, yang terhubung oleh cinta dakwah, yang bersemi dengan persaudaraan karena Allah SWT, dan terikat kuat bila disatukan oleh aqidah yang direkatkan atas nama cinta pada Allah SWT. Dan atas nama cinta.. kupersembahkan untaian kata ini kepada saudara-saudariku tercinta, yang bergerak atas dasar cinta pada Allah SWT dan keikhlasan dalam meraih RidhoNya…UHIBBUKI FILLAH. (Aku Mencintaimu karena Allah).
KRISIS UKHUWAH PADA UMAT ISLAM
Bersaudara, untaian kata yang indah bila diucapkan, kunci kejayaan kaum Muslimin di masa silam, warisan kemuliaan, salah satu keutamaan Islam, yang mampu mengejawantahkan aqidah dalam segala dimensinya, dan melebur ke segala kelas sosial. Fenomena yang terasa akhir-akhir ini menjadi kaburnya nilai antara Islam dan Umat Islam semakin membuat jarak antara manusia dengan Allah SWT. Umat Islam terjebak kepada fanatisme simbol dan golongan. Membelanya lebih dari sekedar membela Islam. Lalu kapan Islam terasa manis karena ukhuwah yang harmonis ? Krisis yang telah lama mencekam masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim ini berdampak besar pada penurunan krisis kepercayaan, krisis moral dan paling parah krisis ukhuwah yang makin memudar warnanya tak tersentuh oleh hangatnya ukhuwah.
Di sekitar kita, dalam kondisi yang berbeda kita dapati pula saudara muslim yang tenggelam dalam .kenikmatan. hidup. Mereka keluar mengumbar kehinaan, dengan sadar, murah, dan tanpa rasa berdosa yang bergayut dibenaknya. Mereka gadaikan .izzah.(kemuliaan), status penghambaan, dan menjadi terlena oleh nafsu dunia yang fana. Semata karena ketidakpahaman, ketidak mengertian yang menggeser kedudukan ukhuwah Islamiyah didalamnya, hingga ukhuwah yang manis pun terasa pudar di telan jaman. Mereka dapati definisi ukhuwah yang terasa kaku maknanya, yang ndak .gaul. katanya, yang .ndak nyambung. tuturnya, yang .kuno. tampilannya. Dan fakta yang menjawab semua kegelisahan diri dihiruk pikuknya dunia, kini saat kita teriakkan ukhuwah atas nama cinta padaNya.
Ironis. Di satu sisi ummat terjerumus ke dasar lembah kehinaan, dengan segala kebutaan akan petunjuk Illahi, tanpa sadar kaki melangkah menuju kebinasaan dan makar durjana yang siap menanti dihadapan. Umat membutuhkan manusia-manusia penyadar. Manusia yang mampu membangunkan umat, membukakan matanya dan menyucikan jiwanya. Manusia yang memiliki imunitas akan badai besar jahiliyyah. Manusia yang bertekad mengusung warisan para Anbiya, Ulama, Mujaddid, Shidiqin, dan Syuhada. Manusia yang menyelamatkan umat dari jurang kebodohan dan kenistaan.
Namun, disisi lain, hari ini kita dapati manusia-manusia penyadar yang dipilih Allah SWT untuk berdakwah di jalanNya itu larut dengan ego dan fanatisme golongan masing-masing. Terperosok dalam perdebatan yang makin memecah belah dengan teramat parah. Seakan lupa bahwa kebenaran hanyalah milik Allah, bahwa Wala. (loyalitas) dan Ghayah (tujuan) hanya untuk Allah dan RasulNya, bahwa segala pendapat, uslub dan fikrah merupakan ijtihad yang bisa benar dan bisa salah, bahwa setiap Muslim adalah bersaudara dengan segala hak-hak yang telah diamanatkan Allah dan RasulNya, bahwa perpecahan hanyalah akan melemahkan langkah dan mencerai-beraikan barisan Umat Islam. Allah telah berfirman dalam surat Al Hujuuraat (49) : 13 , "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan danmenjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antaramu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Persaudaraan menjadi kian bermakna di masa silam, yang mampu melebur kesegala kelas sosial, menyusun ragam suku, bahasa, budaya, negara, politik, hingga pemikiran dan rasa menjadi warna-warni mozaik indah beridentitas : Islam. Namun, makna persaudaraan itu makin memudar dalam perjalanan penegakan dakwah hari ini. Para mujahid-mujahidah dakwah terpetakan dalam batas-batas nisbi dan sulit melebur. Masing-masing menganggap diri paling benar dan lainnya paling salah. Terkadang merancang kerjasama dalam amal, satu sama lain saling tuding dengan berbagai kepentingan, bahkan ada yang bersumpah untuk merobohkan lawannya dengan berbagai cara. Masya Allah !! Lalu, dengan jumlah mujahid.mujahidah pengemban risalah yang masih sedikit itu, mampukah kita bertahan menjaga agama Allah ?? Bila diri terus larut dalam perpecahan, bila ego dan fanatisme menambah keretakan tak berpangkal dan berujung ? Maka, wahai para pengemban risalah, penegak agama Allah : BERSAUDARALAH !!
HAKIKAT BERSAUDARA DALAM ISLAM Ukhuwah
Islamiyah (Persaudaraan dalam Islam) adalah salah satu karunia, cahaya, dan nikmat Ilahiyah yang dituangkan oleh Allah ke dalam hati hambanya yang ikhlas, para wali pilihan, dan orang-orang yang bertaqwa kepadaNya, serta menyatu dengan Iman dan Taqwa. Karena tidak ada ukhuwah tanpa Iman, dan tiada Iman tanpa Ukhuwah. Maka tidak diragukan lagi jika ukhuwah ini kosong dari Iman, akan mengakibatkan ikatannya menjadi ikatan yang didasari oleh adanya kepentingan dan manfaat pribadi, kelompok / golongan, yang mengakibatkan dapat menghancurkan ukhuwah itu sendiri cepat ataupun lambat. Jika anda menjumpai orang yang mengaku dirinya berIman dan berTaqwa, tetapi dia tidak memiliki sifat ukhuwah dan persahabatan murni, berarti imannya masih setengah-setengah dan taqwanya palsu. Rasulullah dalam sabdanya menjelaskan, bahwa : "Tidak beriman seorang dari kamu, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri" (HR. Bukhari . Muslim).
KEUTAMAAN UKHUWAH ISLAMIYAH
Ukhuwah islamiyah selalu menghadirkan pesona yang luar biasa dan merupakan kebutuhan fitrah dan asasi yang senantiasa menuntut untuk dipenuhi. Dan sejak dahulu, kini, hingga akhir jaman, senantiasa dirindukan perwujudannya dalam kehidupan Umat Islam. Adapun keutamaan Ukhuwah yang lebih utama adalah nikmat Allah SWT yang besar. Memutuskan ukhuwah sama saja dengan mengkufuri nikmat tersebut. Allah SWT berfirman dalam Surat Ali .Imran (3) ayat 103, yaitu : "Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah keseluruhannya, dan janganlah kamu berpecah belah. Ingatlah kamu akan nikmat Allah yang dilimpahkanNya kepadamu ketika kamu dalam keadaan saling bermusuhan, lalu Allah menyatukan antara hati-hati kamu. Maka jadilah kamu dengan nikmatNya bersaudara." Sehingga jika diri sudah memahami ayat-ayat Allah mengenai keutamaan berUkhuwah, maka wajah diri akan semakin bersinar, dosa-dosa mereka diampuni, pada hari kiamat mereka berada dibawah naungan Arsy-Nya, berada dalam naungan cinta pada Allah, berada di dalam Surga Allah dan keridhoanNya, dan merasakan .manis.nya Iman dalam hati..Subhanallah.
SYARAT-SYARAT UKHUWAH ISLAMIYAH
1. Ikhlash karena Allah semata,
2. Harus disertai Iman dan Taqwa (Qs. Al Hujuuraat (49) : 10, Qs. Az Zukhruf : 67),
3. Harus berjanji untuk berhukum dengan hukum Allah SWT dan mengembalikan segala persoalan kepada petunjuk Nabi Muhammad SAW.
4. Tegak berasas Nasihat karena Allah,
5. Setia dalam waktu senang dan waktu susah.
Apabila persyaratan diatas terpenuhi, maka ukhuwah akan tangguh dan tegar, tidak akan terpengaruh oleh badai dan topan yang menerpanya. Dia akan menjadi kokoh seperti gunung, bersinar seperti matahari dan akan selalu tegar seperti pagi yang cerah.
INDAHNYA MERETAS UKHUWAH HARMONIS BUAT DAKWAH SEMAKIN .MANIS.
Islam selalu menghendaki ukhuwah yang bersih lahir dan batin. Hingga persaudaraan hangat yang muncul pun bukanlah lips service semata, namun memang terpatri kuat di dalam dada. Untuk memujudkannya, Rasulullah SAW. memberikan kiat-kiatnya :
1. Beritahukan kecintaan anda kepada yang anda cintai atas nama Allah : Dari Anas ra., ketika seseorang berada disisi Rasulullah SAW, lalu seorang sahabat berjalan melewatinya. Orang yang berada disisi Rasulullah tersebut mengatakan, "Ya Rasulullah, aku mencintai dia." Rasul bersabda : "Apakah kamu sudah beritahukan padanya ?." Orang itu menjawab, "Belum" Lalu Rasulullah SAW bersabda, .Beritahukan kepadanya !.. Orang itu pun memberitahukan kepada sahabatnya dan berkata, "Sesungguhnya akuu mencintaimu karena Allah." Kemudian sahabatnya menjawab, "Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karenaNya" (HR. Abu Dawud).
2. Mohon dido’akan dari jauh bila berpisah,
3. Saling tolog menolong dalam kebaikan, tiada prasangka dalam bersaudara,
4. Tunjukkan kegembiraan dan " senyuman " bila berjumpa saudara,
5. Berjabat tangan dan saling bermaafan ketika bertemu maupun akan berpisah,
6. Sering bersilaturahmi, memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya,
7. Memenuhi hak ukhuwah saudaranya, Yaitu : mengucapkan dan menjawab salam, membela mu.min yang digunjing / didzolimi, menutupi aib saudaranya, memperhatikan nasihat yang disampaikan, memenuhi undangannya, mendo.akan jika bersin, dan berinteraksi dalam rangka dakwah dijalanNya.
Itulah warisan yang tampak jelas bernilai bahwa hak-hak ukhuwah tersebut mencakup setiap muslim yang meyakini Allah sebagai Rabbnya, Muhammad sebagai Nabi dan Rasulnya, Al Qur.an sebagai imamnya, dan Islam sebagai Diennya. Sesuatu yang hari ini semakin menipis melapisi aktivitas kita. Kapankah kiranya kita akan tergerak membenahinya ? Semua bergantung pada nilai diri dan keyakinan akan janji Allah dan Rasulnya. Maka saling tolong menolonglah kita secara lahir dan batin, sungguh Allah SWT sangat mencintai hambaNya yang suka tolong menolong. Semoga ukhuwah ini makin harmonis yang buat laju dakwah semakin bertambah .manis. dan tak akan mengering hingga ke ujung hati tiap Muslim . Muslimin pengemban risalah dakwah.. Amin.
Wallahu a.lam bish showwab. (Dari berbagai sumber..)
"Ya Allah..sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan kecintaan hanya kepadaMu, bertemu untuk taat kepadaMu, bersatu dalam rangka menyeru (dijalan)Mu, dan berjanji setia untuk membela syari.atMu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya ya Allah..abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahayaMu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepadaMu, hidupkanlah dengan ma.rifahMu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalanMu. Amin."
_________
By : Mujahid Mud4
Kedudukan Wanita Dalam Islam ( Bag 2 )
Kalau tulisan yang saya paparkan sebelumnya adalah mengenai gencarnya serangan musuh - musuh Islam dari luar dalam memporak porandakan hukum - hukum dalam Islam terutama yang menyangkut wanita.
Berdasarkan buku yang saya baca yaitu buku dari penulis wanita Islam yang bernama Haya Binti Mubarok Al-Barik , menurut dia ternyata ada juga beberapa manusia yang dengan berkedok Islam justru menyebarkan keraguannya terhadap agama Allah itu dan mengumbar kesenangannya sendiri . Sekali waktu mereka melihatkan sandiwaranya selaku penasihat melalui ucapan dan tulisan – tulisannya . Dan pada waktu lain mereka sengaja menyebarkan keraguan – keraguan , sementara itu mereka juga mencari kebenaran untuk menjawabnya. Padahal di belakang sebuah bukit masih ada bukit lagi.
Allahu Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam sebuat ayat , yang artinya :
“ Mereka memimikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu . “
( Al-Anfal : 30 )
Maksud dari pada ayat itu kita bisa melihat bagaimana yang dikatakan Oleh penulis ini bahwa para musuh dalam selimut Islam itu terkadang mereka bersifat begitu “simpatik” memperlihatkan rasa kasihannya. Namun manakala ada kesempatan , mereka berubah menjadi binantang buas yang siapa menerkam mangsanya dengan taring – taringnya yang tajam. Demi memenuhi maksud dan keinginannya mereka siap melakukan apa saja.
Satu waku mereka menjelek-jelekkan masalah hijab dan membangkikan pertentangan-pertentangan mengenai masalah tersebut . Pada waktu yang lain mereka memerangin Poligami dengan dalih bahwa itu adalah sikap sewenang-wenang laki-laki yang mau menindas hak-hak wanita. Mereka menuntut persamaan antar keduanya, karena itulah yang mereka anggap sebagai keadilan.
Allahu Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam sebuah aya , yang artinya : “ Sesungguhnya orang – orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan , Aku pun membuat rencana ( pula ) dengan sebenar – benarnya.” ( Ath-Thariq:15-16 )
Dan dalam ayat Lainpun Allah berfirman , yang artinya :
“ Sesungguhnya orang – orang munafik itu menipun Allah , dan Allah pun membalas tipuan mereka.” ( An-Nisa’:142 )
Mereka sibuk membicarakan masalah wanita seraya melemparkan keraguan – keraguan yang dapat menyesatkan bagi yang melihat, mendengar, maupun yang membacanya. Sungguh buruk apa yang mereka lemparkan itu. Manakalah diketahui aib niat jahatnya, mereka sama menundukkan kepala menguburnya dalam tanah sampai tidak diketahui berkasnya. Kita bisa ingat bahkan masih segar ditelinga dan mata kita bagaimana ketika kita mendengar dan membaca keangkuhan seorang Gus Dur yang mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci paling porno di dunia dan lebih fatalnya lagi dia membanding Kita Suci Al-Qur’an dengan kitab yang kesuciannya masih dipertanyakan ?. Serta tokoh wanita liberal Nong Darol Mahmada yang mempertontonkan kebodohannya terhadap ilmu keIslaman melalui tulisannya mengenai Hijab ( Jilbab ).
Allah kembali berfirman dalam salah satu ayat-Nya, yang artinya :
“Ketahuilah alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.”
( An-Nahl:59 )
Ironisnya , ucapan – ucapan yang disertai keraguan – keraguan yang bisa menyesatkan tersebut ada yang mendukung dan membelanya. Mereka itulah orang – orang yang sakit jiwanya. Bahkan mereka itu lah orang – orang yang mengkhianati Allah dan Rasul-Nya. Tidak heran jika anda kau wanita melihat ada sementara penulis yang dengan penuh antusias memuji-muji ucapan mereka itu. Padahal alangkah buruknya apa yang mereka lakukan itu.
Nah saatnya berseru wahai pemudi Islam , bergayutlah lah kalian pada lengan ibu kalian , saudari perempuan anda dan teman – teman sesama wanita anda. Berhimpun dan bersatulah. Katakana kepada penyeru kebebasan wanita dengan suara lantang “ Diamlah, wahai orang – orang dungu ! Sekali lagi Diamlah , wahai orang – orang pander ! kalian adalah orang – orang yang melecehkan kitab Tuhan kalian dan Sunnah nabi kalian , dan amanat ummat kalian. Apa sih yang kalian inginkan dari kami ? bukankah kami ini makhluk yang hina dina dan diperbudak sebelum Islam ? Derajat kami semakin tinggi dan kedudukan kami menjadi luhur setelah datangnya Islam. Apakah kalian menginginkan supaya kami mengikuti fatamorgana lalu kami kehausan setelah sebelumnya kami berlimpah dengan air ? Apakah kalian mengingikan kami supaya lari dari orang – orang yang “menggembala” kami biar kami dikepung dengan srigala – srigala yang siap menerkam kami dari segala penjuru arah ? atau mungkin kalian ingin kami mau berjala bergandengan dengan peradaban yang kalian anut ???….
Nah,,,,, wahai saudari ku semua ingat lah pesan diatas , sesungguhnya wanita & pria didalam Islam itu adalah sama dihadapan Allah , namun yang membedakannya adalah dari segi fisik ( Tenaga ) , kita bisa rasakan sendiri.
Allah berfirman didalam salah satu ayat , yang artinya :
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".
(Q.S. Al-Hujurat :13)
Kita akan menghabiskan banyak waktu untuk mengkaji dan mempelajari perilaku wanita – wanita yang namanya diabadikan oleh sejarah Islam. Padahala sebelum era Islam keadaan wania sungguh – sungguh sangat memprihatinkan. Dengan begitu anda tahu , betapa dustanya orang – orang yang menuduh bahwa Islam telah berbuat aniaya terhadap wanita
Akhirnya demikianlah ringkasan tulisan saya mengenai Kedudukan Perempuan didalam Islam yang saya baca didalam buku Haya Binti Mubarak Al – Barik , tokoh intelektual wanita Muslimah yang cerdas dan Istiqomah. ( AbduL MaLiK )
Wallahu a’lam bishawwab.
Wassalamu’alaykum
Kedudukan Wanita Dalam Islam ( Bag 1 )
Saya sangat tertarik dengan pembahasan suatu masalah bila telah menyinggung masalah kewanitaan ,,, uPps ,,, maksudnya wanita , dikarenakan topik tentang wanita adalah topik yang paling banyak menyita waktu kaum Muslimin, terlebih pada tahun-tahun ini dan mungkin kedepannya dimana zaman yang semakin edan dan wanita terus dijadikan objek yang tidak benar. Hal tersebut dikarenakan musuh – musuh Islam sepertinya telah menemukan kembali barangnya yang hilang untuk memerangi kaum muslimin di”kampung halaman”nya sendiri dan merusak akidah serta akhlak mereka.
Untuk itulah musuh – musuh Islam tersebut tidak segan – segan mempergunakan berbagai macam media dan sarana – sarana informasi untuk menggambarkan wanita dalam wujud godaan yang paling indah. Sekali waktu wanita akan ditampilakn dengan fose yang tak senonoh ( telanjang ). Pada wakti lain wanita akan ditampilkan sebagai penari. Pada waktu lain pula wanita akan ditampilkan sebagai penyanyi yang mengumbar hawa. Untuk semua itu , mereka mengerahkan seluruh kemampuannya.
Intrik musuh – musuh Islam ternyata tidak sampai disitu , bahkan lebih jauh lagi. Sebagai contoh misalnya saat ini berbicara mengenai hal – hal yang bersifat Lux, rasanya tidak bisa lepas dari gambar – gambar wanita cantik. Semuanya tidak lepas dari mempertontonkan “ Perhiasan “ wanita.
Hal itu tidak sama sekali aneh, karena yang menjadi tujuan utama musuh – musuh Islam ialah kehidupan agama kaum Muslimin. Mari kita lihat beberapa tanggapan mereka yang keji dalam merusak pondasi - pondasi Islam.
Goldstone , salah seorang Kristen yang dengki pernah mengatakan “ Situasi timur tidak akan pernah tenang kalau hijab tidak segera direnggut dari wajah kaum Muslimin “.
Seorang kristen lain bernama Zummer mengatakan “ orang – orang nasrani tidak boleh berputus asa. Sebab didalam hati kaum Muslimin benar – benar telah berkembang kecenderungan yang cukup mencolok kearah ilmu bangsa – bangsa Eropa dan kepada kebebasan kaum wanitanya.”
Seorang Kristen lain lagi bernama Jean Paul Rou juga pernah mengatakan “Sesungguhnya pengaruh barat yang terlihat disegala bidang dan dapat menguasai masyarakat Islam lebih baik tidak perlu ditonjolkan. Biarlah yang menonjol gerakan kebebasan wanita.”
Itulah beberapa pernyataan dan rencana – rencana mereka yang busuk terhadap masalah wanita.
Untuk sementara batas disini dulu mengenai judul tulisan saya , yang sumbernya saya ambil dari tulisan seorang wanita muslimah yang “gagah” , cerdas dan istiqomah. Seperti inilah seharusnya wanita Islam bila memang ingin maju dan dan menunjukkan eksistensinya didunia Islam agamanya yang hanif…
Bersambung………
Kebingungan Sebagai Ummat
Ya Rabb , semakin bingunglah aku melihat tingkah polah hamba - Mu dimuka bumi ini, ada apa ini ???
Duhai PKS kau lah satu-satunya Partai Islam yang menurutku bisa dijadikan Uswatuh Hasannah oleh simpatisanmu yang sebagian mungkin masih awam akan ajaran agamanya. tapi mengapa kali kedua engkau menimbulkan keresahan ditengah Ummat.
Marilah semuanya jalanin aturan Allah yang telah dibawa Oleh Baginda kita Rasulullah. Akankah PKS menjadi seperti Organisasi" islam yang lain, yang mana Islam nya hanya Islam-Islaman yang cuma memanfaatkan organisasinya hanya sekedar menjadi batu loncatan untuk meraih kedudukan dan kemewahan duniawi.
Duhai PKS masih luka hatiku mengenang “Goyang” dangdut kalian, bergoyang senam"pinggul" didepan public yg isinya banyak kaum lelaki. apakah kalian sudah seperti Gus Dur jalan pikirannya ???nyeleneh ajha, kalau memang ingin melindungi atau menjaga nama baik seorang akhwat seharusnya kegiatan seperti itu tidak kalian lakukan, akhirnya apa ??? kalian bisa lihat sendiri penilaian masyarakat ,enak kalian mah anteng2 ajha duduk diatas
sana
, lah kami ummat ini ?? bingung lihat ke Islam-islaman kalian.pikirlah matang2 bila ingin melakukan sesuatu.
Sekarang muncul buku yang "sok" memberi contoh kehidupan berumah tangga , padahal hal tersebut bersifat privasi , lalu kenapa harus dibukukan ??? cari namakah ??? Riya’ itu namanya, apalagi buku tersebut justru mendatangkan kegonjangan didalam tubuh organisasi anda , dan fatalnya , ummat yang awam semakin kehilangan sosok yang bisa dijadikan figure ( uswatun hasanah ). Karena toh yang “katanya” bisa dijadikan Uswatun hasannah malah membuat masalah ( kontroversi )
Maaf mungkin saya sedikit mengeneralisir masalah tersebut , tapi itu hak dan tanggung jawab saya sebagai ummat , lewat mana lagi saya harus mengingatkan saudara saya yang diatas
sana
selain melalui tulisan ini.
Semakin banyak organisasi yang membawa nama Islam , semakin saya bingung , apa yang terjadi didalam tubuh Agamaku ini , kenapa ummatnya bersifat munafik semua , yang menjadikan Agamanya hanya sebagai batu loncatan untuk meraih kedudukan. Kenapa ini banyak sekali partai yang berlabel Islam tapi justru tidak akur dan bahkan saling menjatuhkan satu sama lain.
PKS , PKB , PPP , PAN , dan “PP..” yang lain yang membawa bendera Islam , pertanyaan saya kenapa kalian tidak mau bersatu saja , kenapa kalian berbeda ?? bukankah kita tau Islam itu satu tidak ter-Firkoh-firkoh. Bersatulah duhai ummat jangan Agama ini kalian gunakan sebagai batu loncatan untuk meraih gelar keduniawian. Pikir donk saudara-saudara kalian yang masih awam ini.
Ini saja saran ku sebagai hamba Allah yang awam , jika ingin membawa Islam ke ranah politik bersatulah semuanya jangan sampai terdapat perbedaan yang sangat mencolok dan janganlah menimbulkan controversial ditengah ummat, sekali lagi kasihan ummat nya , dan kalian Cuma bias ngomong dan duduk enak dikursi empuk !!!
Demikian corat – coret saya di MP ini
Wassalamu’alaykum ( Abdul MaLiK )
JIL Membela Barat
Salaam semua para pembaca MP saya , sudahkah anda semua membaca mengenai salah satu artikel JIL yang lagi-lagi isinya sangat getol dalam membela kaum kuffur yg tidak menyukai Islam ?
Bila belum silakan saudara semua buka Link ini http://www.islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1271, Alhamdulillah artikel ini telah saya ambil sebelum digubah menjadi artikel yang berbahasa inggris. Didalam artikel ini kita akan menemukan bagaimana seorang anak “ingusan” yang benar-benar terdoktrin oleh faham-faham Liberal sedang memojokkan seorang ilmuwan Muslim sekaliber Harun Yahya ( menurut padangan saya ).
Ada apa dengan JIL dan Harun Yahya , saya sedikit heran mengapa JIL begitu aktif menyudutkan saudara-nya sendiri yang mereka gelar “Fundamentalis” agama selalu dengan nada – nada sinis dan negative , mengapa ??? kentara sekali program kalian itu adalah benar-benar misi barat yang ingin merusak Islam dari dalam.
Apa sih sebenarnya yg di ingini oleh mereka (liberal) ?? padahal kita tahu bahwa Harun Yahya itu adalah seorang muslim yang yang memiliki kepribadian yang cerdas, dan ketakwaan seorang Harun Yahya pun tidak bisa disangsikan , bagaimana dia begitu jeli ayat demi ayat Kitab Suci Al-Qur’an dibuktikan kepada Dunia bahwa Al-qur’an memang berfihak kepada Ilmu pengetahuan.
Wahai ummat terutama generasi mudanya , patutlah kita semua menyadari bahwa sanya Zaman inilah yang harus mengikuti Al-Qur’an , bukan malah Al-Qur’an yang haru mengikuti Zaman .
Pelajari dan kenalilah agama kita agar kita tidak terjebak dalam kubangan dunia yang katanya Modern padahal sebenarnya lebih Jahiliyyah dari pada zaman Jahiliyyah yang sesungguhnya.
Ingat yuuk , hidupnya Agama ditangan kita , mundurnya Agamapun ditangan kita , tanggung jawab ini sangat berat marilah kita semua bersatu didalam satu Panji Islam yang benar-benar menjalani apa yg dikatakan Al-Qur’an dan Alhadits.
Tidak salahnya disini saya mencontohkan seorang Harun Yahya , dia begitu gigih mengupas tuntas 2 wasiat ( Qur’an & Hadits ) , sehingga terbuktilah bahwa semua isinya memang sesuai dengan zaman , dan inilah yang membuat barat Khawatir terutama pembokat kesayangan mereka dari kalangan Islam yaitu JIL.
Seandainya di IAIN ada Dosen yang berwatak seperti Harun Yahya , tapi ternyata itu hanya Impian kosong belaka , malah justru Dosen2 IAIN begitu tergiur untuk menuntut Ilmu di barat , bahkan nggak segen2 menawarkan itu dihadapan mahasiswanya. Apakah mereka tidak sadar bahwa Islam disana telah dipoles sedemikian rupa dan sedikit dimasuki bumbu-buma liberal.
Ahhhh…. Memang hanya impian kosong bila di IAIN ada dosen yang seperti Harun Yahya , minimal sedikit mendekati pola pikir Harun Yahya yang memang benar-benar mengajak ummat agar lebih banyak membaca Al-qur’an dan Al-Hadits . tetapi ini malah sebaliknya Dosen IAIN yang sudah terkena Penyakit SEPILIS ( SEkuler Pluralis dan Liberalis ) , kalau mengajar mereka Justru menjadi OOT alias Out Of Topic terhadap mata kuliah.
Apa yang membuat Islam rusak dimata dunia :
- Karena faham JIL ummat yang awam semakin terperosok dengan ide Relativitas kebenarannya , sehingga ummat yang awam semakin mengambang pemahamannya.
- Karena Tindakan brutal semagian ummat , jangankan Musuh Islam sedangkan Ummat Islam yang awam sendiripun akhirnya mengutuk saudara / Agamanya sendiri.
Semakin panjang daftar krisis figure di negeri ini , seharusnya kita sadar mulai lah dari sekarang , hentikan sekataan – sekatan yang kalian ciptakan ( PMII , HMI , KAMMI ), kumohon satukan misi kita , bangunkan agama kita ini kembali kezaman keemasannya, perbaikilah Image Agama kita dimata Dunia.
Janganlah kelompok atau Organisasi yang kalian bentuk hanya sebagai wadah/batu loncatan kalian mencari kedudukan ataupun posisi , janganlah organisasi atau kelompok kalian sebagai orang-orang yang berhak akan tanah Syurga .
Malu rasanya kenapa Aktivis JIL justru kebanyakan dari IAIN atau lembaga agama Islam lainnya bahkan Mesir. Aku hanya memikirkan saudara kita yang masih awam ( bukan berarti aku tidak awam ) yang sudah banyak dibodoh-bodohi dengan kalian yang “pintar” sehingga setapak demi setapak mereka lupa akan hakikat dari pada agamanya ini.
Al-Qur’an itu untuk Dunia
Wallahu ‘aliimun Hakiim
Wassalamu’alaykum